|
|
|
|
Baru-baru ini, ada acara yang jarang terjadi di Buleleng. Yaitu berupa barong ngelawang. Acara itu dilaksanakan oleh keluarga di puri Gde Singaraja. Barong tersebut oleh banyak kalangan, diyakini merupakan peninggalan leluhur keluarga puri. Namun terkait riwayat asal usul barong tersebut, dari keluarga puri memberikan informasi yang saling berbeda, menandakan keragu-raguan atau kurang pemahaman . Seorang tokoh puri menceritakan barong itu berasal dari 200 tahun yang lalu. Selain itu diberikan tambahan cerita yang sepotong sepotong. Di beberapa harian, antaranya Bali Post, Nusa Bali mengangat berita tersebut.
|
|
|
|
Namun dari beberapa sumber keluarga puri dan kalangan masyarakat mengatakan Barong tersebut asalnya di Puri Kanginan.
|
|
|
|
|
|
Benda-benda peninggalan leluhur harus dikembalikan pada posisi sesuai lokasinya. Harus berjiwa besar tanpa pamrih bukan kepentingan sendiri. Itulah dharma bhakti yang harus dijalankan para sentana atau keturunan.
|
|
|
|
|
|
Dari berbagai sumber yang ikut dalam prosesi "Barong ngelelawang" pada tanggal 13 Pebruari 2010 didapat berita sebagai berikut.
Setelah berbagai upacara dilaksanakan, mulai Barong diarak keluar puri. Begitu keluar gerbang puri, Barong mulai dengan gerakan bertingkah, orang yang menarikan "nyaluk" kepala barong kesurupan dan badannya lemas. Sehingga minta bantuan Ida Pedanda, sampai diganti penari lain. Prosesi dilanjutkan ke arah selatan, kemudian belok ke barat di sebelah pura desa. Jalannya lancar, kemudian belok ke utara. Rencananya akan belok ke barat menuju patung Singa Ambara Raja. Barisan yang berjalan di depan yang membawa canang dan payung berbelok ke barat menuju patung sunga. Namun apa yang terjadi? Barong berulah lagi. Badannya bergoyang ke kanan ke kiri seperti bingung. Sampai membentur orang-orang disebelahnya. Beberapa orang terpelanting, ibu-ibu tersenggol dan terjatuh, ada yang giginya copot. Sang Barong tidak mau belok ke barat, mukanya lempeng meghadap ke timur ke Catus Pata. Barong bergegas menuju ke timur, membuat para pengiring kalang kabut. Yang sudah telanjur ke barat terbirit balik ke timur. Sang Barong jalannya terus kencang sampai melewati marka jalan tugu Catus Pata. Banyak orang bergumam: "Sang Barong mau masuk ke puri Kanginan ke purinya asli.". Namun beberapa orang mendorong Sang Barong berbelok ke arah Utara dengan paksa. Terus ke utara berhenti di depan Pura Dalem. Di antara pengikut prosesi ada berkata: "Pura Dalem ini adalah memang amongan Puri Kanginan"
|
|
|
================== WAWANCARA HAL BARONG (kilk) >>>>>>>>>>
|
|
|
|
Wahai Barong, mengapa nasibmu seperti itu. Engkau pasti rindu akan asal usulmu. Engkau punya nama, tetapi bukan Ratu Ageng Sakti. Engkau punya pasangan, juga punya nama, tetapi bukan Rangda (saja). Carilah jati dirimu. Engkau akan menemukan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
KOMENTAR PENGUNJUNG
|
|
|
|
|
|
20 Febr 2010 nama = Gung Bagus De Alamat = Buleleng Email = ......... Komentar Barong = Suksma atas pemaparan diatas..Saya sgt setuju dg pendapat pak Agung: Benda2 peninggalan leluhur yg sakral atau bersejarah harus di kembalikan ke "tempat aslinya". Kalau tidak, hal itu akan saling meniadakan atau hilang taksunya. Ambil contoh (yg umum): Tugu Peringatan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di desa Tinga-tinga Buleleng didirikan di Sanur, Badung. Orang akan lupa peristiwa di Tinga-tinga, dan di Sanur orang bertanya2: ini tugu apa?
Jawaban: Tepat sekali. Kejadian bersejarah jangan direka yasa. Itu sudah petuduh Widhi orang bilang. Kok diputar sana sini. Suksma.
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
20 Fbr 2010 Nama: I G.B. Jelantik, Alamat: Singaraja Email: ..... Komentar Barong: Saya merasa tidak lucu membaca di koran mengenai barong di puri. Saya tahu sekali riwayatnya. Barong itu asal mulanya ada di puri Kanginan di"mong" panglingsir. Coba tanya kepada orang-orang tua di Banjar Delod Peken, mereka tahu itu.Kok beraninya ada "tokoh" atau "sesepuh" puri menceritakan yang sangat berbeda. Siapa yang mau dibohongi? Apalagi dihubung2kan dengan I Gusti Kt Jelantik Padan. Baiknya kita hati2. Tanya pada orang yang benar. Jawaban: Suksma atas komentarnya.
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
21 Febr 2010 Nama: Ika Alamat: Singaraja Email:... Komentar: Saya baca 20 orang para isteri mesatia rambut untuk Barong. Wah hebat. Perlu dijelaskan nama2nya yang benar.
|
|
|
|
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
|