CERITA SINGKAT FILM MAYADANAWA.
Seperti dibaca dalam legenda atau cerita rakyat, jaman dahulu di pulau Bali berkuasa seseorang yang bernama Maya Danawa. Beliau sangat sakti kebal mandra guna. Karena kesaktiannya itu beliau merasa setara dengan dengan dewa, bahkan lebih tinggi derajatnya. Rakyatnya dilarang menyembah pihak lain, hanya dirinya yang patut disembah.
Keadaan Pulau Bali menjadi mencekam, tidak ada upacara di Pura, di Sanggah atau Merajan. Keadaan rakyat mulai kena gering atau penyakit dan banyak orang mendadak mati. Beberapa tahun tidak ada hujan, pertanian mengalami paceklik. Rakyat mulai berontak sedangkan Sang Mayadanawa tetap bersenang-senang.
Seorang Pemangku ( diperankan oleh Jero Dalang Mas, almarhum, dari Banyuning) dalam pertapaan mendapat pawisik agar rakyat bersiap-siap menerima godaan karena Batara Indra akan turun dari kahyangan dengan bala wadwa (tentara) untuk membinasakan Sang Maya Danawa. Pawisik itu bocor sampai ke telinga Maya Danawa. Akibatnya Jero Mangku dianiaya oleh Kalawong hingga tewas di tiang gantung.
Dalam keluarga Pan Kosa (diperankan oleh Wayan Soanda, alm ) terjadi perpecahan antara dua anaknya, yaitu I Gde Kosa (diperankan oleh A.A. Ngurah Swara, alm) yang pro Mayadanawa dengan adiknya Made Darma ( diperankan oleh A. A. Ngurah Prima,alm) yang pro rakyat.
Selain itu pemuka masyarakat Wayan Subala (diperankan oleh A.A. Ngurah Krisnu, alm) menghimpun kekuatan laskar dengan I Kerta ( diperankan oleh A.A.Made Jlantik, alm ).
Terjadilah perang yang besar. Panglima perang Mayadanawa bernama Kala Detya (diperankan oleh Wayan Sudama, sekarang Pemangku), dibunuh oleh Kepala Pasukan Batara Indra (diperankan oleh Ketut Deres).
Tetapi Sang Mayadanawa ( dipernankan oleh A.A Made Rai, alm) dengan Patihnya Kalawong ( diperankan oleh Jero Gde Derawa, alm) teramat sakti. Namun bagaimanapun juga, Dharma selalu mengalahkan Adharma.........
|
|