Buleleng dan Pariwisata
ASAL MULA NAMA "LOVINA" DI  BULELENG

ASAL USUL NAMA "LOVINA” DI BULELENG

Rupanya dikalangan masyarakat pariwisata tahu, bahwa nama "Lovina" di pantai Buleleng adalah
ciptaan A A Panji Tisna. Tetapi asal usul nama itu selama ini masih terpendam merupakan “rahasia
perusahan”. Di tahun 2008 ini, kita sebagai masyarakat Buleleng sudah semestinya bersama-sama
menyambut kelahiran "Lovina" yang ke 55. Maka perlu riwayat Lovina disegarkan kembali. Baiklah
dihalaman ini akan diceritakan secara singkat.

Sekitar tahun 1950an, Anak Agung Panji Tisna sempat melawat ke beberapa negeri di Eropa dan
Asia. Beliau sangat tertarik pada kehidupan masyarakat di India. Dalam perlawatannya itu beliau
cukup lama berada di Bombay (sekarang Mumbay). Beliau mengikutkan isterinya yang ke 4
bernama Jero Resmi. Disana beliau menemukan tempat yang sangat menyenangkan perasaan
beliau. Tempat itu berada di pantai, yaitu sebuah areal yang terletak di antara dua buah sungai.
Areal itu dikelola dengan asri sebagai tempat orang beristirahat, ada restoran dan ada tempat
menginap. Kesimpulannya, areal itu dilihatnya ada kesamaan dengan tanah milik beliau di pantai
Kampung Baru - Buleleng, luasnya kurang lebih 120 are, di pinggir pantai diantara dua buah sungai
kecil. Inspirasi timbul untuk membuat tempat peristirahatan seperti itu, bilamana  sudah pulang .
Tetapi masih perlu nama. Nama apakah yang diberikan nantinya? Sambil pikirannya mengkhayal,
beliau meneruskan berwisata ke daerah gunung. Karena beliau mempunyai tanah di pegunungan
juga, yaitu di desa Seraya seluas 12 ha. yang ada kebon jeruknya, sekitar 2 kilometer dari pantai.
Singkat cerita sampailah beliau di wilayah perbukitan, tepatnya di desa di pinggiran kota Latur,
distrik Maharashtra, 600 meter di atas permukaan laut. Pemandangan menawan sebagai tempat
wisata yang bernama "Lovina".
Lovina!! Nah ini dia: LOVINA !!!, Sungguh sebuah nama nan
indah. Maka kloplah sudah.
Sekembalinya A. A. Nyoman Panji Tisna ke tempat tinggalnya di pinggir pantai Kampung Baru,
desa Tukad Cebol, distrik (sekarang kecamatan) Banjar daerah Buleleng, tidak menunggu waktu
lagi, beliau segera menggarap tanah miliknya itu menjadi tempat peristirahatan dengan nama
"LOVINA".

Oleh A. A. Panji Tisna sendiri, pada tahun 1959 usaha Lovina tersebut dijual kepada A. A. Ngurah
Sentanu, yang sekarang dikenal bernama Lovina Beach Hotel.
Begitula
hasal usul "Lovina" di pantai utara Bali. Namun akhir-akhir ini asal usul nama Lovina
sempat dibuatkan berbagai versi cerita yang dibuat membingungakn masyarakat.

Dalam perlawatan ke India
A. A. Panji Tisna pada
tahun 195
0an menemukan
sebuah pantai yang tertata
indah tempat rekreasi
dengan restoran dan
penginapan. Beliau juga
sempat melihat sebuah
kota di pegunugan
bernama Lovina.
Tempat-tempat tersebut
mengilhami A A Panji
Tisna untuk membuat
tempat rekreasi. di atas
tanah milinya di pantai
Kampung Baru, sebuah
restoran dan beberapa
bungalow, dinamakan
Lovina.
Namun pada tahun 1959,
usaha Lovina itu
dijual
kepada A. A. Ngurah
Sentanu, yang sekarang
dikenal bernama
Lovina Beach Hotel
.
Nama Anda:
Alamat :
E-mail:
Komentar:
Belakangan ini, banyak orang berusaha menulis riwayat atau asal usul nama
LOVINA dengan cara berspekulasi atau mecari informasi dari sumber orang per
orang yang tidak langsung terkait dengan A A Panji Tisna dan Lovina-nya.
Beberapa versi muncul, sehingga maksud yang semula untuk memberikan
informasi mengenai Lovina malahan membuat masyarakat bingung. Alhasil,
Lovina tidak mendapat apresiasi yang semestinya, demikian pula kepada yang
menciptakannya.

Anak Agung Panji Tisna mendapat penghargaan sebagai Perintis Pariwisata Bali
tahun 2003, dengan Trophy Karya Karana Award. Namun ironisnya, riwayat dan
bentuk nyata dari hasil karya beliau kabur.

Bila demikian, telah terjadi kesalahan di dalam cara mempromosikan pariwisata ke
dunia global. Dimana harus kita sodorkan sesuatu yang nyata, apalagi yang
monumental.

Riwayat Gedong Kertya bisa kita ceritakan dengan jelas, sepatutnnya demikian
jugalah terhadap yang lainnya. Ini adalah tugas kita, khususnya yang mempunyai
tanggung jawab kepada pengembangan kepariwisataan, khususnya lagi bagi
pariwisata Buleleng.

Tuliskan kesan dan pesan Anda:
clock