* * DIRGAHAYU PURI AYODYA DALAM USIA 100 TAHUN * *

HOME PAGE

SEJARAH

BULELENG

I GUSTI KETUT JLANTIK

DESA KALIBUKBUK

SITUS ARKEOLOGI

KIRIM PESAN

 

Beberapa tahun yang lalu pernah disampaikan oleh A A Ngurah Sentanu salah seorang pangelingsir Puri, bahwa puri di desa Kalibukbuk yang sekarang dikenal dengan nama Puri Ayodya dibangun tahun 1903. Diceritakan, bahwa puri tersebut pada mulanya berbentuk sederhana karena masih berfungsi sebagai pesanggrahan. Dari dokumen akta tahun 1903 ternyata , tepatnya pada tanggal 8 April 1903 I Gusti Ketut Jlantik membeli tanah tersebut dari seorang bernama Akib bin Haji Djafar dari Kampung Bugis Singaraja.

Puri atau pesanggarahan tersebut pada tahun 1908 dibangun kembali. Memerlukan waktu dua setengah tahun dan selesai bulan Desember tahun 1911.Bentuknya seperti kita lihat sekarang.

 

 

Perayaan untuk memperingati 100 Tahun Puri Ayodya ini tercetus karena desakan generasi muda sewaktu sempat kumpul di bulan Desember 2003. Pertimbangannya, kalau tidak dirayakan tahun ini juga yang berarti tahun yang ke 100, kapan lagi. Sebentar lagi tahun 2004 dan berlalulah hari yang sangat bersejarah begitu saja. Maka segeralah dibentuk Panitya. Itupun Panitya dadakan tanpa persiapan matang. Pokoknya tekad kuat. Ketua Panitia ditunjuk A A Gde Agra Gothama dengan didampingi A A Dino Supriadi. Sebagai pembawa acara A A Ngurah Brawida.

Perayaan dilangsungkan pada tanggal 27 Desember 2003 muali pukul 10 WITA.

 

  

Karena waktu sangat mendesak tidak mungkin mengundang secara luas dan lengkap. Namun tamu-tamu yang diundang hadir mencapai 100 persen. Antara lain hadir keluarga (semeton) jauh dan dekat dari Buleleng seperti Prof. Anak Agung Ngurah Gorda dan juga pasemetonan dari Puri Blahbatuh yaitu Anak Agung Ngurah Jlantik.SH, beserta Dr. Anak Agung Ngurah Kesiman dengan keluarga. Dari kalangan krama desa dan tokoh masyarakat desa Kalibukbuk juga banyak hadir.

Tentu saja semetonan dari Puri Bangkang, Puri Tukadmungga dan Puri Singaraja hampir tidak ada yang absen.

Susana terasa akrab dengan alunan suara gender dari Bapak Ketut Mustika dari Pemaron. Beliau mempunyai darah seni yang kental yang memang keturunan dalang, pangemong pura Manik Dalang di Pemaron. 

                                                                                                           Kirim Pesan >>

Agar memberi tambahan arti  pada  acara perayaan tersebut, diselenggarakan juga semacam Sarasehan dengan topik "Mengenang I Gusti Ketut Jlantik" yang dibawakan oleh A A Ngurah Sentanu. Sebagai moderator A A Ngurah Ugrasena. Selain pendiri puri, siapakah sebenarnya I Gusti Ketut Jlantik ini?? Silahkan simak halaman berikut di situs ini  

Riwayat I Gusti Ketut Jlantik>>

Ternyata setelah menyimak riwayat I Gusti Ketut Jlantik ini, banyak diatara hadirin yang "rindu" dan ingin tahu riwayat pendahulu kita yang belum terungkap.Apalagi yang terkait dengan pembangunan Buleleng di masa silam.

 

Dalam kesempatan pada hari ini juga dipajangkan beberapa barang berupa koleksi Puri Ayodya, antara lain buku-buku kuno baik yang berbahasa Belanda, Indonesia maupun buku berbahasa dan bertulisan Bali. Juga beberapa lontar. MUSEUM>>

Disamping itu ada koleksi keramik dan foto-foto . Ada juga dipajang beberapa ukisan karya pelukis muda Kadek Sirsa, galeri mini begitulah. Dimeriahkan oleh tabuh gender dari Sanggar Seni "Mustika Dewi Paramita"  KOLEKSI FOTO >>

 

 

 
 

Copyright 2010 by Wedatamanugraha. All rights reserved.
Email: admin@buleleng.com Revised: 10 January 2010