* *  CINTAILAH BULELENG DENGAN MENGENALNYA  * *

 

 

HOMEPAGE

INDEX

 

 

KEGIATAN

 

1.                                                                                                                                                                                                              

         

      EKA STHANA DHARMA

 

      1.Sesuatu kelahiran adalah akibat suatu proses yang kompleks. Proses akan mengikutkan

       unsur-unsur sekala-niskala sesuai jaman atau desa-kala-patra. Setelah kemerdekaan Negara Indonesia dan setelah  tahun 1950 semua orang sangat merasakan adanya perobahan jaman. Demikian pula yang dirasakan oleh keluarga besar Puri Buleleng. Terutama mereka yang sudah mengalami kehidupan pada jaman sebelumnya, beliau-beliau yang kita sebut pangelingsir. Sekarang ini, setelah lewat lima puluh tahun disayangkan beberapa diantara panglingsir yang dimaksud diatas sudah tidak ada lagi.  

 

      Pada tahun transisi itu, di kalangan keluarga terlihat adanya usaha-usaha untuk menyesuaikan diri dalam jaman baru tersebut. Beberapa usaha bisnis dibangun, seperti beberapa tempat usaha seperti  bioskop Maya Theater dibanguna 1948, tempat peristirahatan Lovina dibangun 1953, usaha angkutan Bis “Separte” dibangun 1954, dan usaha lainnya.  Juga terdapat gerakan dibidang sosial kemasyarakatan.  

       

      3.Para kaum muda pada waktu itu juga ikut merasakan adanya perobahan jaman itu. 

      Yang muncul adalah jiwa atau kesadaran untuk memupuk kesatuan dalam kehidupan keluarga besar. Dirasakan  perlunya membuat satu forum untuk bersambung rasa. Idealisme inilah yang timbul dan lahir untuk menantang perobahan jaman ke depan dan mengambil langkah-langkah positif dalam mengembangkan potensi keluarga besar sejalan dengan jaman.

 

4.       4.Maka pada tanggal 2 Mei 1955 bertempat di peristirahatan Lovina dihadiri oleh para kaum muda keluarga besar yang diprakarsai oleh A.A. Ngurah Santanu, terbentuklah kesatuan visi untuk menyatukan diri dengan membentuk suatu peguyuban berdasarkan rasa kekeluargaan. Maksud kaum muda tersebut rupanya mendapat sambutan baik dari para panglingsir waktu itu dengan memberikan dharma wacana dan piteket. A.A. Ngurah Sentanu sebagai pemrakarsa paguyuban, diberikan kepercayaan sebagai ketua yang kemudian sebagai penghormatan mohon kepada panglingsir untuk memberikan nama peguyuban remaja ini. Secara khusus A.A. Ngurah Sentanu mendapat wejangan serius yang terkadang dirasakan sejuk, panas dan juga manis dan pahit, Setelah itu Ida A.A. Gde  Djelantik berkenan memberikannya secarik kertas sebagai tertera dibawah. Nama untuk paguyuban keluarga ini: Eka Sthana Dharma.

 

buleleng.com

5.Eka Sthana Dharma sebagai suatu organisasi keluarga yang diaktifkan oleh para remaja yang pada mulanya itu memiliki Anggaran Dasar sederhana yang berpokok pada satu keturunan atau keluarga yang kegiatannya berorientasi pada budaya dresta. Yang diutamakan adalah rasa kebersamaan yang dituangkan dalam Suka Duka. Selain itu dengan mengaktifkan olahraga seperti volley ball, badminton. Pernah menggalang dana untuk sosial keluarga, dan mendirikan perpustakaan.

 

1.       6.Berhubung A.A. Ngurah Sentanu tahun 1956 melanjutkan sekolah ke Surabaya maka

      kepengurusan Eka Sthana Dharma diistirahatkan sementara. Tetapi beberapa kegiatan seperti olahraga masih terus dilakukan oleh kaum pemuda.

 

   7.  7.Mulai tahun 1960 –an keluarga besar dihadang oleh pelbagai masalah. Masalah ini ditimbulkan oleh keadaan luar. Masalah politik, ekonomi, social dan sebagainya. Sedangkan masalah pemerajan kawitan di Panji muncul kembali yang cukup menyerap enerji. Masalah itu tentunya bukan porsi untuk kaum remaja atau muda. Masalah seperti itu sudah seharusnya ditangani oleh semua unsur keluarga.

 

      8.Maka beberapa tokoh keluarga, seperti A.A Bagus Sowanda (Sedahan) dari Puri Tukadmungg mengambil inisiatif mendatangi beberapa keluarga dan berunding dengan pangelingsir. Kemudian menghubungi ketua Eka Sthana Dharma, A.A. Ngurah Sentanu. Memahami kondisi tersebut maka disepakati untuk menggelar pesamuan agung yang akan melibatkan seluruh semeton keluarga besar.

 

         

        

        Kegiatan dalam suatu upacara yadnya di Puri Ayodya Kalibukbuk

          

         

  

      Pertemuan Eka Sthana Dharma di puri Tukadmungga

 

1.    9.Pesamuan Agung dilaksanakan di Puri Kanginan pada tanggal 23 Mei 1965. Pesamuan 

      kali ini bukan lagi untuk para kaum remaja dan pemuda saja. Boleh dikata seluruh para pangelingsir semeton keluarga besar puri-puri di Buleleng semua hadir, kecuali semeton puri Sukasada. Dari puri Bangkang: I G.Md. Oka, I G.B. Sastra, I G B Ngurah Jaksa,  I G.B, Djelantik Gd, I G.B. Djelantik Suamba dll. Dari puri Tukadmungga: I G.B. Winten, I.G.B. Sowanda, I G.B. Gde Jelantik, I G B. Tastra, I G.B. Ngr.Oka, I G.B. Nym.Asti, 

      I G. B.Md.Rai  dll. Dari puri Penataran: I G.B. Srengga, I G.B.Ngr. Bom, I B.G. Md.

      Mantra dll. Dari puri Gde: Mr. A.A.Kt.Djelantik, A.A. Gd. Djelantik, A.A. Md. Agung. Dari Puri Kanginan; A.A.Ngr.Partha. Dari Puri Kalibukbuk: A.A.Kt. Gothama, A.A. Ngr.Sentanu.

      Dari puri Lombok: I G.B. Rena. Semuanya merasa berbahagia dan bersukur bisa bertemu seperti ini. Secara aklamasi terpilih A.A.Ngurah Partha sebagai ketua Eka Sthana Dharma.

 

      10. Selanjutnya direncanakan untuk mengadakan pertemuan secara rutin. Pertemuan diadakan lagi di puri Kanginan. Kali ini dihadiri juga oleh Ida Pedanda Made Kemenuh untuk memberikan ceramah agama. Pertemuan berikutnya di puri Tukadmungga, kemudian di puri Kalibukbuk dan seterusnya di puri lainnya.   

 

   11.11. Ketua Eka Sthana Dharma, A.A. Ngurah Partha dengan mendapat restu dari panglingsir memberikan bisama pada pesamuan pasemetonan bertempat di Pemerajan Tukadmungga, bahwa seluruh keluarga besar serentak memakai title Anak Agung dalam menuliskan nama.  

      

12.Menghadap Polres Buleleng, yaitu dengan adanya permasalahan yang belum juga selesai dengan keluarga puri Sukasada, mengenai laapan di pamerajan Panji mohon pengamanan pihak kepolisian. Yang menghadap A.A. Ngurah Partha, A. A. Ngurah Sentanu, A.A.Md. Rai, A.A. Gde Jelantik .

 

4.       13.Tanggal 30 Desember 1975. Permasalahan dengan Puri Sukasada mengenai perihal laapan di pemerajan Panji dicoba diselesaikan di Kantor Agama, menghadap pihak pemerintah diwakili Bapak Dewa Made Mantra, I Ketut Pasek, Bapak Camat, Bimas Hindu dll. Pihak Dadya Puri Buleleng A.A. Ngurah Partha. A.A.Kt. Gothama, A.A. Gde Djelantik, A.A. Ngr.Oka, A.A. Djelantik Swamba, A.A. Md. Mantra, A.A. Djelantik Arnawa,  dll. Dari pihak puri Sukasada I G.Ngurah Kencana.  

 

      14.Membangun Gedong Keris Pajenengan “Ki Baru Semang” dengan dukungan dengan restu serta dana seluruh keluarga besar . Sebagai pelaksana pembangunan dipercayakan kepada generasi muda pimpinan A.A. Ngurah  Sentanu. Mulai ngereruak pada tanggal 20-10-1975 . Pembangunan  hampir enam bulan dan selama itu mendapat sokongan dan perhatian seluruh keluarga besar. Selesai tanggal 10 April 1976 bertepatan dengan Tumpek Landep. Upacara pamelaspas dihadiri banyak semeton.

  buleleng.com       buleleng.com

  Tahapan Pembangunan Gedong Simpeng Keris Pajenengan:

   1. Atas kanan: Ngereruak, tampak A.A.Gde Djlantik (alm) dan membelakangi kamera 

   A.A.Biang Oka (almarhum). 2. Atas kanan: A.A.Ket Gothama dan A.A. Ngurah

   bersama Jelantik Cemul dengan para tukang bangunan.

   buleleng.com       buleleng.com  

    Upacara Mendak dan Ngelinggihang Keris Pajenengan.

  1. Atas kanan: Panglingsir / Ketua Eka Sthana Dharma A.A.Ngurah Partha (almarhum), 

  diapit oleh A.A. Ngurah Sentanu dan A.A. Made Mantra (almarhun).

  2. Atas kiri:  Mekele Sumaraga (alm), iringan paling depan A.A. Ngurah Dwipa Dalang,

   A.A. Made Mantar, A.A. Made Rai dalam upcara Mendak

 

 15. Menjelang piodalan di Pamerajan Panji, Tumpek Landep 28 April 1984. Masalah di Pemerajan Kawitan Panji mencuat. Pertemuan diadakan lagi di kantor Agama tanggal 17 April 1984 dengan dihadiri lebih banyak lagi dari pihak puri Buleleng dan pihak puri Sukasada. Pihak pemerintah termasuk Kapolsek serta Koramil Sukasada. Masalah pemedal yang dikunci baulu (gembok)

 

2.      16.Diadakan suksesi kepemimpinan Eka Sthana Dharma. Pesamuan diadakan di Puri Kanginan. Sistem berdasarkan demokrasi namun tetap secara kekeluargaan. Secara aklamasi dipilih A.A. Ngurah Sentanu sebagai Ketua Eka Sthana Dharma periode 1989-1994.

Pelantikan diadakan di puri Gde, berlangsung dari pagihari dan sore / malam. Hadir para semeton dan pengelingsir. Yang memberi wejangan antara lain  A.A. Biang Oka, A.A.Ngurah Partha, A.A.Gde Djelantik (polisi).

 

  buleleng.com        buleleng.com

  

buleleng.com      buleleng.com

 

 1.Upacara  Pelantikan Ketua Eka Sthana Dharma, arah jarum jam tampak 1. A.A. 

   Biang Oka (alm), 2. Para panglingsir, 3. A.A.Gde Jelantik Pol (alm),  4. Pengurus

   ESD ( 1989).

 2. Ketua Eka Sthana Dharma memberi panyambrama, gambar bawah.

 

       buleleng.com  

 

1.       17. Eka Sthana Dharma memasuki era baru (1990) dimana mulai muncul versi dan front yang berbeda di kalangan keluarga besar. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan rutin. Bertujuan untuk konsolidasi dalam membentuk pokok visi dan misi keluarga besar.

 

2.       18. Pesamuan Agung 29 Maret 1992, memperingati HUT Kota Singaraja ke 388 di Puri Kanginan. Pengelingsir yang hadir cukup banyak. Pembahasan perihal penyusunan Sejarah Buleleng yang bersumber dari beberapa versi Babad yang ada. Dibentuk Team Penyusun diketuai oleh A.A. Ngurah Santanu. Setelah beberapa waktu ternyata pelaksanaannya menemuai kesulitan karena kurangnya daya dukung.

 

3.       19.Pembahasan mengenai Pahlawan Nasional Perang Jagaraga, yaitu Patih Buleleng I Gusti Ketut Djlantik jaman raja asal Karangasem tahun 1848. Dibentuk sebuah team pengkajian mengenai Patih Djlantik dan oleh Eka Sthana Dharma menunjuk A.A.Ngurah Mudiptha sebagai ketua team. Karena muncul beberapa versi di dalam keluarga besar Eka Sthana Dharma tidak melanjutkan masalah ini.

 

4.       20.Pengurus Periode 1989-1994 berakhir. Namun karena beberapa hambatan maka pada tahun 1996 baru bisa dibentuk panitia pemilihan Pengurus Eka Sthana Dharma periode berikutnya. Persiapan dilaksanakan di Panjer, puri A.A. Ngr. Ugrasena.

 

                    

 

         

                                                                                                        

 

                                           Singaraja, 30 Desember 2002.

                                           A.A. Ngurah Sentanu, Penyusun.

  

 

  

 

 

 

 

 

Yang pernah menjabat

  Ketua Eka Sthana Dharma:

   Puri Buleleng

 

   1. A.A.Ngurah Sentanu

             ( 1955-1956....)

 

   2. A.A.Ngurah Partha

   ( 1965 - 19.....)

 

    3. A.A. Ngurah Sentanu

   ( 1989 - 1998)

 

   4. A.A. Bagus Sogatha

    ( 1998 - 2003)

 

   5. A.A. Ngurah Mudiptha

   ( 2003 - ........)

 

KEGIATAN >>>>