* *  CINTAILAH BULELENG DENGAN MENGENALNYA  * *

 

 

 

1    

 

BEBERAPA ADEGAN FILM

"KARMAPALA"

 

    Beberapa scene dari film "KARMAPALA"

 

MENGUNGKIT FILM BALI TAHUN 1970.

( I )

Di sekitar tahun 1970-1976 masyarakat Buleleng pernah mendapat suguhan film produk lokal. Judulnya yang pertama adalah KARMAPALA. Sambutan masyarakat luar biasa. Apalagi dalam tahun-tahun tersebut hiburan rakyat sangat minim. Gedung bioskop secara bisnis tidak lagi bisa bertahan. Kesenian lokal seperti drama gong dan sendratari mulai memudar. Dengan munculnya film berbahasa Bali produksi sebuah “home industry” yang dikenal dengan nama BHASKARA FILM memberi pancaran baru yang menyegarkan suasana hiburan rakyat. Film tersebut langsung populer dan menjadi tontonan hampir keseluruh pelosok desa. Film Karma Pala ini pernah di satu desa diputar selama enam malam terus menerus. Pemutaran film biasanya untuk menggali dana untuk kepentingan pembangunan seperti bangunan sekolah yang mangrak dan sarana pembangunan lainnya. Bukan saja di Buleleng, malahan film tersebut beredar hampir di seluruh pelosok desa di Bali, bahkan sampai ke Nusa Penida.

Karma Pala mendapat protes juga, karena lama putarnya hanya 90 menit. Kadangkala film sudah selesai tetapi penonton tidak mau bubar. Masyarakat sudah terbiasa nonton drama gong sampai daslemah atau hampir pagi.

Atas permintaan masyarakat maka diproduksilah film ke II dengan judul Maya Danawa yang durasinya sampai 3 jam. Produk ke III berjudul Jaya Umbara dan terakhir ke IV Titah Dewata. Sekarang ini, setelah lewat 30 tahun lebih dari kalangan masyarakat ada yang mempertanyakan keberadaan film-film tersebut. Untuk itu, maka film-film tersebut saat ini sedang diusahakan untuk direstorasi.

Film tersebut berbahan celluloid, berukuran Super 8 mm. Sedangkan peralatan yang dulu seperti projektor dan kelengkapan lainnya harus dicarikan onderdilnya yang sudah langka. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, film tersebut sedang dikonversi menjadi video digital dengan teknologi komputer. Namun ada masalah teknis lainnya seperti tata suara harus diatasi. Semoga dalam waktu dekat ini (Agustus) kita bisa menimaktinya kembali.

 CERITA SINGKAT FILM "KARMAPALA"

Di ceritakan seorang "tuan tanah" bernama GdeGentuh (nama khayalan)selalu berlaku licik terhadap orang lain. Caranya dengan menolong para petani dengan memberikan pinjaman uang. Namun  menekan petani dengan ancaman melanggar perjanjian, yang akhirnya petani menyerahkan tanah warisan dari pada masuk penjara.

Gde Gentuh, diperankan oleh A.A.Made Rai almarhum, memanjakan isterinya ( diperankan oleh Luh Suterimin dari Banyuning) maksudnya untuk menutupi rahasia kehidupannya di masa lalu lalu.

Satu-satunya anaknya laki, diperankan oleh A.A.Ngurah Sumpanaya, kena kecelakaan sehingga tewas, kejadian yang sangat memukul Gde Gentuh. Mulailah terungkap masa lalu hidupnya.......demkianlah Karmapala menimpa Gde Gentuh.

Pemeran Utama: 1. A.A. Made Rai, 2. Jero Dalang Mas Banyuning, 3. A.A. Ngurah Prima, 4. Wayan Sowanda, 5. A.A. Ngurah Sumpanaya, dan pendukung dari masyarakat Tukadmungga.

  LIHAT ULASAN BALI POST Sabtu, 27 Januari, 2007

 

 

"KARMAPALA"

"MAYA DANAWA"

"TITAH DEWATA"

TEKNIK PEMBUATAN FILM