|
MENGUNGKIT
FILM BALI TAHUN 1970.
(
II )
CERITA
SINGKAT FILM MAYADAWA.
Seperti
dibaca dalam legenda atau cerita rakyat, jaman dahulu di
pulau Bali berkuasa seseorang yang bernama Maya Danawa.
Beliau sangat sakti kebal mantra guna. Karena kesaktiannya
itu beliau merasa setara dengan dengan dewa, bahkan lebih
tinggi derajatnya. Rakyatnya dilarang menyembah pihak
lain, hanya menyembah kepada beliau.
Keadaan
Pulau Bali menjadi mencekam, tidak ada upacara di Pura, di
Sanggah atau Merajan. Keadaan rakyat mulai kena gering
atau penyakit dan banyak orang mati. Beberapa tahun tidak
ada hujan, pertanian mengalami paceklik . Rakyat mulai
berontak sedangkan Sang Mayadanawa tetap bersenang-senang.
Seorang
Pemangku ( diperankan oleh Jero Dalang Mas, almarhum, dari
Banyuning) mendapat pawisik agar rakyat bersiap-siap
berperang, karena Batara Indra akan turun dari kahyangan
dengan bala wadwa (tentara) untuk membinasakan Sang Maya
Danawa. Akibatnya Jero Mangku dianiaya oleh Mayadanawa
hingga tewas di tiang gantung.
Dalam
keluarga Pan Kosa (diperankan oleh Wayan Soanda ) terjadi
perpecahan antara dua anaknya, yaitu I Gde Kosa
(diperankan oleh A.A. Ngurah Swara) yang pro Mayadanawa
dengan adiknya Made Darma ( diperankan oleh A. A. Ngurah
Prima) yang anti Mayadawa.
Selain
itu pemuka masyarakat Wayan Subala (diperankan oleh A.A.
Ngurah Krisnu) menghimpun kekuatan laskar dengan I Kerta (
diperankan oleh A.A.Made Jlantik ).
Terjadilah
perang yang besar. Panglima perang Mayadanawa bernama Kala
Detya (diperankan oleh Wayan Sudama), dibunuh oleh Kepala
Pasukan Batara Indra (diperankan oleh Ketut Deres).
Tetapi
Sang Mayadawa ( dipernankan oleh A.A Made Rai) dengan
Patihnya Kalawong ( diperankan oleh Jero Gde Derawa)
teramat sakti. Namun bagaimanapun juga, Dharma selalu
mengalahkan Adharma.........
|