|
|
 |
|
|
|
Seperti tiba-tiba saja terjadi, suatu keramaian sejenis "demo" di desa Kalibukbuk. Yang dimaksud demo di sini memang benar-benar demo unjuk rasa. Betapa tidak, memang unjuk rasa para seniman penabuh dan pemerhati seni gender di Kabupaten Buleleng. Juga tentunya hadir para dalang pewayangan dan para pemerhati seni budaya pada umumnya. Untuk apa mereka kumpul di satu puri yang tua di desa Kalibukbuk ini perlu kita menengok sejenak kedalam.
|
|
|
|
Ternyata di halaman dalam puri tua itu sudah tertata seperti panggung. Sederhana saja, serambi depan dipakai sebagai pentas, latar belakang dibiarkan apa adanya sebagaimana sebuah museum. Selembar spanduk dibentangkan agar pengunjung maklum acara apa yang akan digelar. Sedangkan halaman sebagai tempat para undangan dan penonton, termasuk para peserta "demo".
|
|
|
|
 |
|
|
|
Menurut keterangan Bapak Ketut Mustika, pepimpin sanggar gender "Mustika Dewi Paramita", hari Minggu .....para seniman beserta anggota sanggarnya "unjuk rasa karena sudah lama mengandung rindu". Maka "demo' - pun dilaksanakan dengan suasana gembira campur asa haru. Demikian larut dalam suasana penuh haru sampai ada peserta menitikkan air mata. Sekitar 50 orang seniman atau apa yang disebut pengerawit gender hadir hari itu. Tepuk tangan hadirin bersinambungan saling mengagumi antara seniman.
|
|
|
|
Acara puncak adalah para seniman penabuh berpasang-pasangan tampil ber-demo mem-presentasikan kemampuannya. Kalau saja tidak kehabisan waktu, tidak kurang dari 15 pasang pangrawit gender tampil.
|
|
|
|
Secara spontan saja disepakati untuk menampilkan Drs. Ketut Suharsana kepala Gedong Kertya untuk tampil kedepan sebagai pembicara sekitar wayang dan sejarahnya. Didampingi Drs I Gusti Ngurah Wirasena, juga ikut sebagai pendamping Jero Dalang Rugada dan Gusti Atmaja
|
|
|
|
 |
|
|
|
Para seniman sepakat untuk mengadakan kegiatan serupa di hari mendatang dan mengajak peserta yang belum bisa hadir hari itu. Bila perlu juga akan diperluas agar bisa mengakomodir seniman lainnya. Itu semua terserah kepada masyarakat seniman sendiri yang merupakan tugas mulia untuk melestarikan budaya bangsa.
|
|
|
|
 |
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
Silahkan Tulis Kesan
|
|