<<<Ke Puri Kanginan

<<<Ke INDEX

I Gusti Ketut Jlantik - Patih Kerajaan Buleleng memugar Puri Kanginan pada tahun 1840.

Beliau gugur tahun 1849 melawan invasi pasukan perang kolonial Belanda dalam peristiwa "Perang Jagaraga".

Oleh pemerintah RI beliau diberikan anugrah gelar Pahlawan Nasional.

                                                              

I Gusti Putu Batan, Sedahan Agung Bali menolak diangkat raja karena usia lanjut. Atas kesepakatan pesamuan diangkat

I Gusti Ketut Jlantik sebagai raja Buleleng dengan sumpah jabatan pada tanggal 20 Desember 1860

di Puri Kanginan. Beliau diadili pada tahun 1872 oleh pemerintah  kolonial Belanda dan diasingkan 

ke Bengkulu - Padang- Sumatra. Setelah itu Belanda menerapkan "direct rule" dengan tidak 

mengangkat raja di Buleleng selama 57 tahun, sampai 1929. 

I Gusti Bagus Jlantik berkedudukan patih Buleleng berkuasa penuh memerintah kerajaan Buleleng 1870-1887.

                                                                

I Gusti Putu Geriya Punggawa Buleleng 1886, dicalonkan sebagai kandidat raja, namun tidak diangkat

 oleh Belanda, kemudian dialihkan  menjadi Patih di Mataram - Lombok sejak 1895 sampai 1914.

I Gusti Nyoman Raka Punggawa Buleleng 1895 merangkap Lid di Kantor Raad van Kerta, wafat dalam tugas 1898.

I Gusti Ketut Jlantik Punggawa Buleleng 18 tahun, sejak 1898 sampai1916.

                                                                     

I Gusti Bagus Surya sebagai Punggawa Buleleng mulai 1916 sampai1921.

I Gusti Putu Jlantik sebagai Lid Raad van Kerta yang kemudian diangkat Regent tahun 1929  mabiseka raja (zelfbestuurder) 

29 Juni 1938 di Pura Besakih dengan gelar Anak Agung Buleleng.

I Gusti Bagus Weda seorang budayawan wafat dalam usida muda 28 tahun (1911-1939).

 
Copyright 2004 by Wedatamanugraha. All rights reserved.
webmaster@buleleng.com. Revised: February 1, 2007