|
Walaupun
I Gusti Ketut Jlantik sebagai punggawa dan harus tinggal di
kota, pikirannya selalu berada di desa Kalibukbuk. Malahan
beliau bermaksud menjadikan Kalibukbuk sebagai desa yang lengkap
dengan pura atau kayangan desa, pemerintahan serta wewidangan
desa.
Kebetulan beliau memiliki sebidang tanah yang
berisi pohon buah-buahan terletak di kota Singaraja. Tanah ini,
yang berlokasi di sebelah utara jalan, sekarang bernama Jalan
Veteran diambil oleh pemerintah karena diperlukan untuk
perluasan areal perkantoran. I Gusti Ketut Jlantik minta kepada
pemerintah agar tanah tersebut ditukar saja dengan tanah
pemerintah yang ada di Kalibukbuk. Maka pada tahun
1902 oleh pemerintah beliau diberikan tanah
tegalan di desa Kalibukbuk itu sebagai tukaran. Tanah itu terletak memanjang di sebelah
Utara dan Selatan memotong jalan yang baru di sebelah Timur pasar. Karena
makin banyak penduduk yang datang menetap di desa itu,
maka perlu diangkat kelian atau kepala desa. Pada hari yang
ditentukan diangkatlah seorang kelian yang bernama I Wayan
Dresna. Untuk tempat tinggal kelian desa, istilah dulu kelian
Teruna, I Gusti Ketut Jlantik menyerahkan sebagian tanah tukaran
itu kepada keluarga yang diangkat sebagai kelian desa.
Tanah itu sekarang dikenal sebagai tanah pekaranga desa.
Kemudian
I Nengah Kertiana beserta ibunya diberikan tempat tinggal di
pekarangan desa itu juga yang kemudian pada waktunya diangkat
sebagai kelian desa Kalibukbuk menggantikan kelian yang lama.
4.
Membangun Puri di Kalibukbuk.
|