S E J A R A H
Sudah berabad-abad Pulau Bali dikenal
dengan penduduknya yang beragama
Hindu. Tidak dapat dijelaskan dengan
tepat abad berapa Agama Hindu masuk
ke Bali.
Karena berkembangnya agama Hindu di
Bali tidak melalui cara-cara peperangan
atau kekuasaan penjajahan. Melainkan
melalui penyerapan budaya para
pendatang. Pendatang ke Bali sebelum
abad ke IX.
(Lihat Situs Kalibukbuk).
Mereka membawa budaya yang ternyata
bisa diterima dan diataptasi secara
harmonis oleh orang Bali. Dewa-dewa
Hindu kemudian juga dipuja oleh orang
Bali sampai sekarang.

Dalam pemerintahan Raja Udayana
Warmadewa di Bali, abad ke 9/10, beliau
didampingi oleh para empu dari Jawa
Timur dengan membawa budaya tata cara
menjalankan agama Hindu. Putra
pertamanya, Airlangga tinggal di Jawa
sebagai raja Kahuripan, sedangkan
sebagai raja Di Bali diteruskan putra ke-2,
Marakata, dan kemudian  Anak Wungsu
putra bungsu
I GUSTI ANGLURAH PANJI SAKTI
DIMULAI DI DESA PANJI
Keturunan Raja Warmadewa inilah yang
kemudian didatangkan dari Kediri, Jawa
Timur, ke Bali yang dikenal sebagai
dinasti Sri Nararya Kresna Kapakisan
oleh Patih Gajah Mada dalam usaha
mengamankan kerajaan Majapahit di Bali
tahun 1350. I Gusti Ngurah Panji Sakti
raja Den Bukit (Buleleng) bertakhta tahun
1660-1700 adalah salah satu keturunan
Udayana Warmadewa / Airlangga
Sri Airlangga dilambangkan
Wisnu diatas burung Garuda
Patih Gajah Mada
Patih Gajah Mada mendatangkan
keturunan Brahmana / Empu Soma
Kapakisan dari Majapahit yang
diturunkan satu tingkat menjadi Ksatrya
yang dikenal sebagai dinasti Sri Kresna
Kapakisan / Dalem Kapakisan untuk
menduduki jabatan sebagai raja Bali.

Patih Gajah Mada juga mendatangkan
para Arya dari Jawa yang ditempatkan di
berbagai wilayah untuk menjaga
keamanan dan keutuhan kerajaan Bali
Puri Panji tahun 1920
Puri Panji tahun 2005
I - II - III - IV - V - VI - VII - VIII - IX - X - XI
HOMPAGE
INDEX
BALI LINTAS JAMAN
SEJARAH BULELENG
ULASAN BABAD
SILSILAH
TULIS KESAN