Kirim Komentar
Nama:
Email:
Alamat rumah:
Komentar:
AANS Dec2010
Proses pemugaran telah dimulai bahkan telah sampai pada tahap-tahap penyelesaian konstruksi.
Setelah itu pekerjaan selanjutnya adalah penataan halaman dan finishing bangunan pelinggih.
Kondisi terbengkalai sedemikian itu, berlanjut sekitar
seratus tahun lamanya. Hanya dibangun piyasan dan
bale-bale.
Sedangkan bangunan pamereman pernah diperbaiki
beberapa kali sehingga bentuknya dan cirinya masih
kelihatan.
Pada sekitar tahun 1967 diadakan pembangunan pelinggih
dan selanjutnya juga dilakukan perbaikan pada bangunan
Pemereman.
KILASAN RIWAYAT
Setelah beberapa kali dilakukan rembugan antara pangelingsir pratisentana
I Gusti Gusti Anglurah Panji Sakti, ahkirnya berhasil dibentuk
Panitia Pemugaran Pura Pajenengan Agung Panji
Salah satu warisan Buleleng yang memiliki bobot sejarah yang sangat penting adalah bangunan Puri Panji, tempat
persemayaman atau istana I Gusti Anglurah Panji Sakti yang ke pertama di wilayah Den Bukit.
Dari tempat inilah dikobarkan "semangat megoak-goakan" oleh I Gusti Anglurah Panji sehingga Laskar Teruna
Goak yang dikomandani I Gusti Tamlang Sampun dan I Gusti Made Batan berhasil menaklukkan kerajaan
Belambangan.
Bangunan
Puri yang lengkap dengan Pamerajan peninggalan abad ke 17 itu pernah mengalami kerusakan akibat
alam tahun 1815 dan diperparah lagi dengan huruhara tahun 1821 pada waktu  I Gusti Paang Canang dari
Karangasem sebagai raja di Buleleng. Prati sentana I Gusti Anglurah Panji menyingkir sampai ke pelosok Bali
selama kl. 30 tahun. Setelah kembali, didapati bangunan pamerajan sudah tidak jelas lagi bentuknya. Hanyalah  
onggokan puing-puing batu bata yang tersisa, berbentuk bebaturan saja. Keadaan itu sangat mengenaskan.
Sudah sepantasnya masyarakat luas - utamanya masyarakat Buleleng memberikan perhatian
disetai dukungan dalam pembangunan Pura Pajenengan ini. Dengan demikian kita mengingat
kembali kepada kepemimpinan I Gusti Anglurah Panji Sakti.
Semoga proses pembangunan lancar hingga selesai.