|
KERAJAAN BULELENG 1700-1950
( I
- II
-
III
- IV
-
V -
VI
-
VII
-
VIII -
IX-
X
-
XI -XII
)
HASIL
KERAJINAN DESA BERATAN - BULELENG.
Desa
Beratan Buleleng telah lama dikenal dengan hasil kerajinan emas
dan peraknya. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga Pande.
Selain kerajina emas dan perak, juga dikenal dengan hasil tenun
kain songket yang mempunyai corak khas.
Hasil kerajinan dari Beratan dalam bentuk alat-alat upacara saat ini
masih tetap digemari oleh masyarakat. Juga hasil kerajinan
sebagai perhiasan dan cendramata tetap digemari para pelancong
atau wisatawan dari jaman dahulu sampai sekarang
Beberapa
hasil kerajinan dari Beratan ini ada tersimpan dimuseum kerajaan di negeri Belanda. Selain cendramata
dari Buleleng, hasil kerajinan dari pelbagai wilayah nusantara
juga tersimpan disana. Itu terjadi tahun 1923 ketika ada
pernikahan di keluarga raja Belanda.

I
Kaler pengerajin perak dari desa Beratan - Buleleng 1923

Keluarga
I Kaler didesa Beratan 1923
IKATAN
KELUARGA.
Gagasan yang patut dipuji
pernah disepakati dan dilaksanakan oleh pihak Puri Buleleng
(Puri Kanginan- Bangkang-Tukadmungga) dengan pihak Puri Anyar
Sukasada. Gagasan itu adalah untuk memperbaiki atap
":pemereman" leluhur di Pamerajan Panji. Atap yang
asalnya ilalang (alang-alang) akan diganti dengan seng.
Disepakati bahwa untuk beaya akan ditanggung bersama-sama, yaitu
sama-sama separo.
Tetapi dalam waktu itu pihak
Puri Buleleng mendapat halangan dengan wafatnya punggawa I
Gusti Bagus Surya. Dengan demikian pihak Puri Buleleng tidak
bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. Namun tetap disepakati
untuk membeayai bersama.
Setelah I Gusti Bagus Surya
selesai di pelebon, kedua pihak berebug kembali untuk membicarakan
pembeayaan tersebut. Pihak Puri Anyar Sukasada mengatakan tidak
perlu lagi beaya dari puri Buleleng, karena bangunan sudah
selesai dan semua beaya sudah dibayarkan.
|
 |
|
Photo
"Pamereman" Leluhur Pura Kawitan di desa
Panji, tahun 1921 |
Testamen
Puri Kanginan.
Para
Panglingsir atau para tokoh Puri Buleleng, seperti I Gusti Putu
Geria, I Gusti Nyoman Raka dan I Gusti Ketut Jlantik, semuanya
sudah wafat dan sudah selesai di dipelebon. Yang
masih hidup adalah para janda yang semuanya sudah berusia tua atau wreda.
I
Gusti Putu Geria meninggalkan janda I Gusti Ayu Kompyang Ayu
dengan putra-putri.
I
Gusti Nyom. Raka meninggalkan janda I Gusti Ayu Nyoman Ayu
dengan putra-putri..
I
Gusti Kt. Jlantik meninggalkan janda I Gusti Ayu Made Geria
dengan putra-putrinya.
Sedangkan
keluarga yang lain yang juga berasal dari Puri Kanginan seperti
I Gusti Made Singaraja beserta adiknya I Gusti Ketut Putu sudah
menetap di Puri Cakranegara Lombok.
Melihat situasi dan kondisi Puri Kanginan sedemikian rupa, maka
I Gusti Putu Jlantik, putra I Gusti Putu Geria yang kala itu
menjadi anggota Lid van Kerta mengambil kebijaksanaan
untuk membuat Surat Testamen yang nama aslinya tertulis dengan
nama
"Surat Taterangan". Surat itu sebagai pegangan untuk mereka yang
mempunyai kewajiban atas puri tersebut. Dilengkapi dengan gambar
denah dan aturan dalam keluarga bersangkutan. Selanjutnya
ke tiga janda membubuhkan cap jempol mereka masing-masing di
atas surat tersebut.
|

|
|
Untuk
mengesahkan Surat Testamen dibubuhi tanda tangan oleh:
1. Lid Raad Kerta: I Gusti Putu Jlantik; 2.
Sedahan Agung: Ida Bagus Gelgel; 3. Punggawa
Distrik Buleleng: I Gusti Bagus Surya dan 4. Lid Raad
Kerta: Ida Pedanda Putu Geria |
|